“Kami ingin seluruh peserta HPN dari berbagai daerah merasakan ruh perjuangan dan kejayaan Banten dari titik nolnya. Banten Lama adalah simbol peradaban yang besar. Dengan mengenal sejarah ini, kami berharap rekan-rekan pers nasional dapat membantu menyebarkan narasi positif tentang kekayaan budaya Banten ke seluruh Indonesia,” ujar Lesman Bangun.
Di tempat yang sama, Sultan Banten ke-18, RtB. Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja yang di dampingi KH Aby Muluk pimpinan pondok pesantren manba’ul ‘Ulum kasuren menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kehadiran para tokoh pers nasional di kediamannya.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami menerima keluarga besar SMSI dari seluruh Indonesia. Pers adalah jembatan informasi, dan hari ini anda semua hadir sebagai saksi sejarah yang masih terus kami jaga marwahnya. Semoga melalui kunjungan ini, sinergi antara nilai-nilai luhur kesultanan dan kemajuan media dapat terus terjalin demi kemajuan bangsa,” tutur Abah Sultan.
Ekspedisi ini menjadi momentum penting dalam rangkaian HPN 2026, di mana Banten tidak hanya menunjukkan kesiapannya sebagai tuan rumah acara nasional, tetapi juga menunjukkan identitasnya sebagai daerah yang kaya akan nilai sejarah dan toleransi. Setelah rangkaian di Banten Lama selesai, rombongan dijadwalkan akan melanjutkan perjalanan menuju destinasi budaya berikutnya di Kabupaten Lebak. (rils)











