Bombanapost.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus memperkuat konektivitas antarpulau sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui peresmian armada kapal cepat rute Kendari–Raha, yang diharapkan menjadi penggerak baru mobilitas barang dan jasa di wilayah kepulauan Sultra.
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menegaskan bahwa penguatan transportasi laut merupakan kebutuhan mutlak bagi Sulawesi Tenggara sebagai provinsi berbasis kepulauan. Menurutnya, konektivitas yang andal menjadi kunci pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Sultra adalah daerah kepulauan, oleh karena itu jejaring komunikasi maupun transportasi laut menjadi sebuah keniscayaan. Kehadiran sarana transportasi baru ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Sultra menuju kesejahteraan masyarakat,” kata Hugua, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan, peluncuran kapal cepat Kendari–Raha merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperlancar arus barang dan jasa antarpulau, sekaligus menjawab tingginya mobilitas masyarakat antara Ibu Kota Provinsi Sultra dan Kabupaten Muna.
Armada kapal cepat yang diresmikan ini memiliki total kapasitas 388 kursi, terdiri dari 260 kursi kelas eksekutif dan 128 kursi kelas VIP. Penambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu mengimbangi kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat.
“Dengan kapasitas yang lebih besar, layanan ini diharapkan mampu menjawab tingginya mobilitas masyarakat Kendari–Raha, sekaligus mendorong aktivitas ekonomi lintas wilayah,” ujarnya.
Hugua juga menaruh harapan besar agar semakin kuatnya jejaring transportasi laut dapat mendorong distribusi ekonomi yang lebih merata, tidak lagi terpusat di daratan utama, tetapi menjangkau wilayah kepulauan lainnya di Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman, mengungkapkan bahwa layanan kapal cepat Kendari–Raha akan beroperasi secara reguler dengan jadwal keberangkatan dari Kendari pukul 13.00 WITA dan dari Raha pukul 09.00 WITA.
“Harga tiket ditetapkan sebesar Rp160 ribu untuk kelas eksekutif dan Rp260 ribu untuk kelas VIP,” jelasnya.
Raman menambahkan, selain berdampak pada pertumbuhan ekonomi jangka panjang, pengoperasian armada kapal cepat ini juga diproyeksikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Efisiensi waktu menjadi keunggulan utama yang ditawarkan kepada masyarakat. Dengan kecepatan tinggi, waktu tempuh Kendari–Raha kini hanya sekitar 2,5 jam,” ungkapnya.
Menurut Raman, kehadiran armada baru ini sangat strategis karena beroperasi mendekati masa angkutan lebaran, sehingga kebutuhan masyarakat akan transportasi laut yang cepat, aman, dan nyaman dapat terpenuhi secara optimal.(ant/ps)












