Satu tahun pertama kepemimpinan Bupati Bombana H. Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani bukanlah tentang hasil akhir, melainkan tentang arah yang dipilih. Melalui visi “Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan,” pemerintah daerah menempatkan sektor pertanian, perikanan, dan kelautan sebagai jalan strategis menuju kemandirian ekonomi. Pilihan ini sekaligus menjadi penanda bahwa pembangunan Bombana ke depan tidak bertumpu pada pendekatan instan, melainkan pada penguatan potensi lokal yang berkelanjutan.
Dalam kurun waktu tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana mulai menata arah pembangunan dengan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Pertanian tidak lagi diposisikan hanya sebagai sektor produksi primer, melainkan sebagai sistem terpadu yang terhubung dengan industri pengolahan, distribusi, hingga akses pasar. Pendekatan agrominapolitan diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing Bombana di tingkat regional.
Bupati H. Burhanuddin menegaskan bahwa visi ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan Bombana, khususnya dalam menciptakan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal Wonua Bombana. Pembangunan daerah, menurutnya, harus bertumpu pada kekuatan sendiri dengan memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku usaha lokal sebagai aktor utama.
Pertanian: Dari Produksi ke Rantai Nilai
Pada sektor pertanian, satu tahun pertama kepemimpinan Burhanuddin–Ahmad Yani diarahkan pada penguatan basis produksi sekaligus penataan sistem. Pemerintah daerah mulai mendorong perubahan paradigma, dari sekadar mengejar hasil panen menuju pembangunan rantai nilai pertanian yang lebih utuh dari hulu ke hilir.










