Perbaikan infrastruktur pertanian, pendampingan petani, serta penguatan kelembagaan kelompok tani menjadi fondasi awal yang dibangun. Meski demikian, tantangan masih terlihat pada aspek hilirisasi dan akses pasar, yang menuntut konsistensi kebijakan lintas sektor agar nilai tambah benar-benar dinikmati petani, bukan berhenti di tangan tengkulak.
Perikanan dan Kelautan: Potensi Besar yang Perlu Dioptimalkan
Sebagai daerah dengan potensi perairan yang luas, sektor perikanan dan kelautan menjadi pilar penting visi agrominapolitan. Dalam setahun terakhir, perhatian pemerintah mulai diarahkan pada peningkatan produktivitas nelayan dan pembudidaya, termasuk penguatan sarana dan prasarana pendukung.
Namun, sektor ini masih menghadapi tantangan klasik seperti ketergantungan pada cuaca, keterbatasan teknologi, serta lemahnya sistem pascapanen. Tanpa penguatan pada pengolahan hasil dan distribusi, potensi besar kelautan Bombana berisiko terus terjebak pada pola ekonomi subsisten.
UMKM: Penghubung Ekonomi Rakyat
UMKM menjadi simpul penting yang menghubungkan sektor pertanian dan perikanan dengan ekonomi riil masyarakat. Selama satu tahun kepemimpinan ini, pemerintah daerah mulai mendorong pemberdayaan pelaku UMKM sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi kerakyatan.
Akses pembiayaan, pendampingan usaha, serta promosi produk lokal menjadi langkah awal yang patut diapresiasi. Meski demikian, tantangan utama UMKM Bombana masih terletak pada daya saing produk, kualitas kemasan, dan perluasan pasar, khususnya di era digital. Integrasi UMKM dalam ekosistem agrominapolitan menjadi kunci agar sektor ini tidak berjalan sendiri-sendiri.
Catatan Akhir: Fondasi Telah Diletakkan
Evaluasi sektor demi sektor menunjukkan bahwa tahun pertama kepemimpinan Burhanuddin–Ahmad Yani merupakan fase peletakan fondasi. Arah pembangunan mulai terbaca, meski hasil akhir belum sepenuhnya tampak.
Ke depan, konsistensi kebijakan, keberlanjutan program, serta keberanian melakukan terobosan akan menjadi penentu. Jika sektor pertanian, perikanan, dan UMKM mampu disinergikan dalam satu ekosistem agrominapolitan yang utuh, maka visi Bombana Berdaya Saing bukan sekadar jargon, melainkan peta jalan pembangunan daerah yang realistis dan berpihak pada rakyat. (red)










